Kitab dan mushaf bukan sekadar buku bagi seorang muslim. Selain bernilai ilmu, keduanya layak dimuliakan. Merawatnya dengan baik adalah bagian dari adab, dan kitab yang terawat bisa dipakai bertahun-tahun, bahkan diwariskan kepada generasi berikutnya.
1. Simpan di tempat yang kering dan tinggi
Musuh utama kertas adalah lembap. Kelembapan membuat kertas bergelombang, berjamur, dan mengundang rayap. Simpan kitab di rak yang tidak menempel langsung ke dinding yang lembap, jauh dari kamar mandi, dan tidak di lantai. Meletakkan kitab di tempat yang tinggi juga sejalan dengan adab memuliakan ilmu.
- Beri jarak beberapa sentimeter antara rak dan dinding agar udara mengalir.
- Letakkan kapur barus atau silika gel di rak untuk mengurangi kelembapan dan serangga.
- Hindari sinar matahari langsung karena membuat kertas cepat menguning dan rapuh.
2. Susun dengan urutan yang beradab
Para ulama mengajarkan adab dalam menyusun kitab: mushaf Al-Qur'an diletakkan paling atas, kemudian kitab tafsir, hadits, lalu kitab-kitab ilmu lainnya. Jangan meletakkan barang lain di atas mushaf dan kitab. Susunan ini diajarkan antara lain dalam kitab Ta'limul Muta'allim tentang adab penuntut ilmu.
3. Berhati-hati saat membawa dan membaca
- Bawa kitab dengan tas atau map agar sampul tidak tertekuk dan terkena hujan.
- Gunakan rehal (dudukan kitab) saat membaca lama, terutama untuk mushaf, supaya punggung kitab tidak patah.
- Jangan membuka kitab terlalu lebar hingga rata, karena jilid bisa lepas.
- Pastikan tangan bersih dan kering. Hindari makan dan minum di dekat kitab yang terbuka.
- Gunakan pembatas buku, bukan melipat sudut halaman.
4. Menulis makna dengan bijak
Menulis makna dan catatan di kitab adalah tradisi yang baik. Agar halaman tetap rapi:
- Gunakan pensil atau pena bertinta tipis, khususnya pada kertas kuning yang lebih tipis.
- Tulis kecil dan miring di bawah kata, jangan menutupi teks Arab.
- Hindari stabilo tebal yang bisa tembus ke halaman di baliknya.
Jika banyak menulis, pertimbangkan edisi kertas yang lebih tebal. Lihat tips memilih kitab berdasarkan jenis kertas.
5. Merawat kitab lepasan (koras)
Kitab yang dijual dalam bentuk lembaran terlipat perlu perhatian khusus. Simpan dalam map atau sampul kain, dan beri tanda urutan bagian agar tidak tercecer. Banyak santri kemudian menjilidkan kitab lepasan ke tukang jilid setelah satu kitab selesai dikaji.
6. Memperbaiki kitab yang rusak
- Halaman sobek: rekatkan dengan selotip kertas bening khusus arsip, bukan selotip plastik biasa yang lama-lama menguning.
- Jilid lepas: bawa ke tukang jilid. Jilid ulang jauh lebih murah daripada membeli kitab baru, terutama jika kitab sudah penuh catatan makna.
- Kitab basah: selipkan tisu atau kertas penyerap di antara halaman, lalu angin-anginkan di tempat teduh. Jangan dijemur di bawah terik matahari.
7. Mushaf yang sudah tidak layak pakai
Mushaf atau lembaran berisi ayat Al-Qur'an yang sudah rusak berat dan tidak dapat diperbaiki tidak boleh dibuang sembarangan. Tanyakan kepada pengurus masjid, pesantren, atau tokoh agama setempat mengenai cara penanganan yang dianjurkan di lingkungan Anda.
Penutup
Kitab yang terawat bukan hanya lebih awet, tetapi juga mencerminkan penghormatan kita terhadap ilmu. Butuh rehal atau ingin mengganti kitab yang sudah rusak? Lihat katalog kami atau hubungi admin.
Cari kitab yang dibahas di artikel ini?
Jelajahi katalog kami atau tanyakan langsung kepada admin untuk rekomendasi edisi yang sesuai.
Lihat Katalog Tanya Admin
Toko Buku Al Hidayah