Toko Buku Al Hidayah Toko Buku Al Hidayah

Mengenal Kitab Kuning: Ciri, Sejarah Singkat, dan Perannya di Pesantren

Apa sebenarnya kitab kuning, mengapa disebut "kuning", dan bagaimana kitab-kitab ini dipelajari di pesantren hingga hari ini.

Wawasan Kitab Diterbitkan Tim Toko Buku Al Hidayah

Bagi santri, "ngaji kitab" hampir selalu berarti mengkaji kitab kuning. Istilah ini begitu akrab di lingkungan pesantren, tetapi sering membingungkan orang yang baru mengenalnya. Artikel ini merangkum apa itu kitab kuning, dari mana namanya berasal, dan bagaimana kitab-kitab tersebut dipelajari.

Apa itu kitab kuning?

Kitab kuning adalah sebutan untuk kitab-kitab keislaman klasik berbahasa Arab yang ditulis oleh para ulama, umumnya dari abad pertengahan hingga awal abad ke-20. Isinya mencakup hampir semua cabang ilmu agama: fiqih, tauhid, tasawuf dan akhlak, tafsir, hadits, sejarah, serta ilmu alat seperti nahwu, sharaf, dan balaghah.

Di Indonesia, kitab kuning menjadi kurikulum inti pesantren salaf dan banyak madrasah diniyah. Sebagian kitab juga ditulis oleh ulama Nusantara, misalnya karya Syekh Nawawi al-Bantani yang hingga kini banyak dipakai sebagai syarah (penjelasan) kitab-kitab dasar.

Mengapa disebut "kuning"?

Nama ini berasal dari warna kertasnya. Dahulu kitab-kitab tersebut banyak dicetak di atas kertas berwarna kekuningan yang didatangkan dari Timur Tengah. Kertas jenis ini lebih murah dan ringan, sehingga cocok untuk dicetak dalam jumlah besar. Hingga sekarang, banyak penerbit tetap menyediakan edisi kertas kuning karena harganya terjangkau dan sudah menjadi ciri khas.

Namun warna kertas bukan lagi syarat. Kitab yang sama kini juga dicetak di kertas putih (HVS) atau kertas lain. Yang membuat sebuah kitab disebut "kitab kuning" adalah isi dan tradisi pengajarannya, bukan warna halamannya.

Ciri-ciri kitab kuning

  • Berbahasa Arab dan umumnya "gundul". Teksnya sering ditulis tanpa harakat (tanda baca), sehingga pembaca harus menguasai nahwu dan sharaf untuk membacanya dengan benar.
  • Berjenjang. Satu cabang ilmu biasanya memiliki kitab dasar (matan), kitab penjelasan (syarah), dan catatan lanjutan (hasyiyah). Penjelasannya bisa dibaca di artikel Perbedaan Matan, Syarah, dan Hasyiyah.
  • Tata letak khas. Pada banyak edisi, teks matan diletakkan di pinggir halaman (hamisy) sementara syarahnya di bagian tengah, atau sebaliknya.
  • Sering dijual lepasan (koras). Beberapa edisi tradisional tidak dijilid, melainkan berupa lembaran-lembaran terlipat agar mudah dibawa per bagian saat mengaji.

Bagaimana kitab kuning dipelajari?

Ada dua metode yang paling dikenal di pesantren:

  1. Bandongan (wetonan). Kiai atau ustadz membacakan kitab kalimat demi kalimat, menerjemahkan, lalu menjelaskan. Santri menyimak sambil menuliskan terjemahan di bawah teks Arab. Terjemahan menggantung ini dikenal sebagai makna gandul.
  2. Sorogan. Santri membaca kitab di hadapan guru secara bergiliran. Guru mengoreksi bacaan, i'rab (kedudukan kata), dan pemahaman santri. Metode ini lebih personal dan melatih kemandirian membaca.

Selain itu, banyak pesantren mengadakan musyawarah atau bahtsul masail, yaitu forum diskusi santri untuk membahas persoalan dengan merujuk langsung pada teks kitab.

Kitab kuning dengan makna dan terjemah

Untuk membantu pelajar, sejumlah penerbit menerbitkan kitab yang sudah dilengkapi makna gandul atau terjemah dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Di toko kami, kitab-kitab tersebut dikelompokkan dalam beberapa kategori:

Kitab bermakna sangat membantu pemula atau pelajar yang ingin mengulang pelajaran secara mandiri. Meski begitu, belajar langsung kepada guru tetap dianjurkan agar pemahaman terhadap teks tidak keliru.

Memulai dari mana?

Jika Anda atau putra-putri Anda baru mulai belajar, pilih kitab dasar yang ringkas terlebih dahulu. Untuk fiqih, misalnya Mabadi Fiqih atau Safinatun Najah; untuk nahwu, Jurumiyah. Daftar urutannya bisa dilihat di artikel urutan kitab fiqih dan jenjang kitab nahwu dan sharaf.

Butuh saran kitab yang sesuai dengan kurikulum pesantren atau madrasah Anda? Silakan hubungi kami.

Cari kitab yang dibahas di artikel ini?

Jelajahi katalog kami atau tanyakan langsung kepada admin untuk rekomendasi edisi yang sesuai.

Lihat Katalog Tanya Admin