Toko Buku Al Hidayah Toko Buku Al Hidayah

Jenjang Kitab Nahwu dan Sharaf untuk Pemula hingga Mahir

Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah, Amtsilah Tashrifiyah, hingga Kailani: urutan kitab alat yang lazim dipelajari santri untuk bisa membaca kitab gundul.

Panduan Memilih Kitab Diterbitkan Tim Toko Buku Al Hidayah

Nahwu dan sharaf disebut ilmu alat karena menjadi "alat" untuk membaca dan memahami kitab berbahasa Arab. Tanpa keduanya, santri akan kesulitan membaca kitab gundul yang tidak berharakat. Berikut jenjang kitab yang lazim dipelajari.

Beda nahwu dan sharaf

  • Nahwu mempelajari kedudukan kata dalam kalimat dan perubahan harakat di akhir kata (i'rab). Dengan nahwu, santri tahu apakah suatu kata dibaca rafa', nashab, jar, atau jazm.
  • Sharaf (tashrif) mempelajari perubahan bentuk kata dari akarnya, misalnya dari نَصَرَ menjadi يَنْصُرُ, نَاصِرٌ, dan مَنْصُوْرٌ, sehingga santri bisa mengenali makna sebuah kata.

Ada ungkapan populer di pesantren: nahwu adalah bapaknya ilmu, sharaf adalah ibunya. Keduanya dipelajari berdampingan.

Jenjang kitab nahwu

1. Nahwu dasar: Jurumiyah

Al-Muqaddimah al-Ajurrumiyah karya Ibnu Ajurrum adalah kitab nahwu dasar yang paling banyak dipakai. Isinya ringkas: pengertian kalam, tanda-tanda i'rab, dan bab-bab pokok seperti fa'il, maf'ul, mubtada' dan khabar. Syarah yang populer untuk pemula adalah Mukhtashar Jiddan dan Syarah Kafrawi.

Sebagai pendamping, banyak madrasah memakai buku bertingkat seperti An-Nahwul Wadhih yang menyajikan contoh dan latihan.

2. Nahwu menengah: Nazham Imrithi

Karya Syekh Syarafuddin Yahya al-Imrithi ini adalah versi syair (nazham) dari Jurumiyah. Isinya serupa, tetapi dalam bentuk bait yang mudah dihafal. Menghafal Imrithi menjadi tradisi di banyak pesantren.

3. Nahwu lanjut: Alfiyah Ibnu Malik

Nazham berisi sekitar seribu bait karya Imam Ibnu Malik yang mencakup nahwu dan sharaf secara luas. Alfiyah biasanya dikaji bersama Syarah Ibnu 'Aqil, dan untuk tingkat lebih tinggi dengan hasyiyah atau syarah lain.

Jenjang kitab sharaf

1. Amtsilah Tashrifiyah

Karya KH. Muhammad Ma'shum bin Ali dari Jombang. Kitab ini berisi tabel-tabel perubahan kata (tashrif) yang disusun sistematis dan menjadi hafalan wajib di banyak pesantren Jawa. Biasanya dilantunkan bersama-sama agar mudah diingat.

2. Matan Bina' wal Asas

Kitab sharaf ringkas yang membahas bentuk-bentuk bangunan kata (bina') beserta penjelasan dasarnya. Cocok dipelajari setelah santri hafal pola tashrif.

3. Kailani / Syarah Tashrif al-'Izzi

Tashrif al-'Izzi karya Syekh Izzuddin az-Zanjani adalah matan sharaf yang terkenal, dan Syarah al-Kailani menjelaskannya secara rinci. Kitab ini dipelajari di tingkat menengah hingga lanjut.

4. Qawa'idul I'lal

Membahas kaidah i'lal, yaitu perubahan huruf 'illat (alif, wawu, ya') dalam kata. Materi ini penting agar santri bisa menelusuri kata-kata yang bentuknya "berubah" dari akar aslinya.

Contoh urutan belajar

  1. Tahun pertama: Jurumiyah + Amtsilah Tashrifiyah (hafalan tashrif).
  2. Tahun kedua: Imrithi + Matan Bina' wal Asas / Qawa'idul I'lal.
  3. Tahun ketiga dan seterusnya: Alfiyah Ibnu Malik + Kailani.

Urutan dan durasi tiap tahap berbeda di setiap pesantren. Ikuti arahan guru atau kurikulum lembaga Anda.

Tips belajar

  • Hafalkan bait atau tabel sedikit demi sedikit, lalu ulangi setiap hari.
  • Latih i'rab langsung pada kitab yang sedang dikaji agar teori tidak terpisah dari praktik.
  • Gunakan kitab bermakna sebagai bantuan, tetapi biasakan mencoba membaca teks gundul sendiri. Lihat juga cara memahami makna gandul.

Kitab-kitab nahwu dan sharaf tersedia di katalog kami, baik edisi matan, syarah, maupun edisi bermakna.

Cari kitab yang dibahas di artikel ini?

Jelajahi katalog kami atau tanyakan langsung kepada admin untuk rekomendasi edisi yang sesuai.

Lihat Katalog Tanya Admin